SEMARANG--MI: Ketua DPP PPP Suryadharma Ali menyatakan saat ini ada gerakan sistematis yang ingin mengerdilkan partai Islam dan menghasut agar umat Islam Indonesia tidak memilih partai Islam.
"Ada gerakan sistematis yang menyatakan bahwa partai politik Islam tidak akan dipilih oleh umat Islam. Bohong itu, kalau umat Islam tidak akan memilih partai Islam," kata Suryadharma dalam sambutannya di puncak peringatan Harlah PPP ke-35 yang dihadiri belasan ribu kader dan simpatisan PPP di Lapangan Tri Lomba Juang Semarang, Minggu (17/2).
Dalam acara itu hadir juga tokoh-tokoh PPP di antaranya homa Irama, penyanyi dangdut Kristina, dan mantan Ketua Umum DPP PBR yang kembali mendukung PPP Zainuddin MZ.
Suryadharma meminta agar masyarakat tidak terpengaruh oleh hasutan anti demokrasi yang menjelek-jelekkan keberadaan partai politik Islam. Dia mengingatkan walaupun partai Islam, PPP tidak membedakan masyarakat Indonesia berdasarkan agamanya. "PPP adalah partai Islam bagi seluruh rakyat Indonesia," tegas Suryadharma.
Dia menjelaskan, jalan politik yang akan terus dikembangkan oleh PPP adalah jalan politik yang menjamin tetap tegaknya kedaulatan rakyat melalui demokrasi prosedural. Sehingga, dalam jalan politik yang ditempuh itu tidak boleh ada tekanan, diskriminasi, dan rekayasa.
"Tapi, PPP juga prihatin dengan overdosisnya demokrasi. Segala konflik horisontal, perpecahan politik, pertikaian sosial, serta tindakan anarkis sepanjang reformasi adalah akibat dari demokrasi yang overdosis," jelas Suryadharma.
Dia menuturkan, sebagian dari demokrasi yang dijalani saat ini menggoncang sendi-sendi kebersamaan, mengganggu kepentingan umum, dan mengesampingkan yang selama ini menjadi tujuan reformasi, yaitu pemenuhan hak-hak dasar rakyat.
"Memang tidak ada demokrasi yang ideal. Tapi, kita harus yakin dengan kekuatan dan kelemahan sendiri dalam menjalani demokrasi. Harus diingat demokrasi yang overdosis juga akan berdampak seperti obat. Mematikan jika tidak sesuai takarannya," ungkap Suryadharma.
Dia memaparkan, persepsi adanya kegagalan demokrasi pascareformasi dapat dilihat dari menurunnya tingkat kepercayaan rakyat terhadap partai politik. Hal itu terjadi seiring terungkapnya berbagai skandal proyek pemerintah dan anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di berbagai tingkatan yang melibatkan oknum-oknum partai politik.
"Karena itu, PPP berdiri pada barisan terdepan untuk membersihkan partai dari anasir korup dan memperkaya diri sendiri," ujar Suryadharma.
Busby SEO Test
Busby SEO Test
一昔前の全身脱毛は…。
8 tahun yang lalu
Tutorial komen in English dan Tutorial komen in Indonesia