JAKARTA--MI: Hingga pertengahan triwulan I tahun ini, kalangan perbankan pesimis akan terjadi penarikan kredit infrastruktur jalan tol dengan jumlah signifikan dalam waktu dekat. Masalah pembebasan lahan masih menjadi ganjalan utama mandegnya realisasi kredit jalan tol.Direktur Korporasi BNI Achmad Baiquni menuturkan pihaknya telah menandatangani sejumlah akad kredit pembiayaan jalan tol dengan nilai total kurang lebih Rp6 triliun sepanjang 2007.
Namun dari jumlah tersebut, penarikan yang dilakukan debitur masih sangat minim.
"Bisa dikatakan relatif tidak ada. Paling-paling baru dari kredit Surabaya-Mojokerto saja pada akhir tahun lalu. Itu pun baru sekian miliar," ucapnya ketika dihubungi, Minggu (17/2).Hal yang sama dikemukakan SVP Corporate Banking Bank Mandiri Suwhono. Menurutnya belum ada pencairan terhadap kredit jalan tol Bank Mandiri yang totalnya mencapai lebih Rp10 triliun.
"Kami sempat memproyeksikan akan ada pencairan sebesar Rp700 miliar pada triwulan akhir 2007, tapi ternyata belum dapat direalisasikan," kata dia.
Baik Baiquni maupun Suwhono mengemukakan bahwa masalah utama dari terhambatnya realisasi kredit triliunan rupiah tersebut adalah lambannya pembebasan lahan pada sebagian besar ruas tol. Beberapa ruas tol yang awalnya diduga pembebasan lahannya dapat berlangsung lancar, ternyata tak sesuai harapan. "Kami sempat berharap pada proyek jalan tol Cikampek-Palimanan yang digarap PT Lintas Marga Sedaya, tapi ternyata belum juga," cetus Baiquni.
Di samping pembebasan lahan, faktor kondisi internal investor juga menjadi pencetus minimnya realisasi kredit jalan tol hingga saat ini. "Misalnya di ruas tol W1 (Penjaringan-Kebon Jeruk), itu tanahnya sudah bebas, tapi ada kendala di antara pemegang saham," tutur Suwhono.
Di samping itu, juga terdapat sebagian investor jalan tol yang ternyata belum memiliki kesiapan ekuitas. Dalam ketentuan project financing seperti proyek jalan tol, investor wajib menyediakan pendanaan internal sebesar 30% dari kebutuhan proyek.
Lebih lanjut, Suwhono mengatakan bahwa Bank Mandiri menargetkan pencairan kredit jalan tol sebesar Rp4-5 triliun pada tahun 2008 dengan asumsi pembebasan lahan akan berlangsung lancar. Namun dalam waktu dekat, ia memperkirakan pencairan kredit dalam jumlah signifikan belum akan terjadi.
Busby SEO Test
Busby SEO Test
一昔前の全身脱毛は…。
8 tahun yang lalu
Tutorial komen in English dan Tutorial komen in Indonesia