PEKANBARU--MI: Dinas Kesehatan (Dinkes) Riau meminta masyarakat untuk mengurangi kegiatan di tempat terbuka menyusul munculnya asap akibat kebakaran lahan dan hutan.
Kepala Sub Dinas Pelayanan Kesehatan dan Gizi pada Diskes Riau Burhanuddin Agung kepada Media Indonesia, Minggu, (17/2) mengatakan hasil pantauan pihaknya di sejumlah daerah di Riau menunjukkan kualitas udara dalam tahap sedang.
Bahkan cenderung mendekati ambang tidak sehat yang dapat memicu terserang penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
Pada alat pencatat Indeks Standar Pencamaran Udara (ISPU) di Jl Sudirman Pekanbaru yang menunjukkan kualitas udara antara 80-90 partikel per meter (PPM).
"Kondisi udara ini dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan bayi dan balita. Terutama masalah pernapasan. Para pengendara sepeda motor dengan intensitas tinggi juga rentan terserang ISPA. Untuk itu warga kami himbau untuk mengurangi kegiatannya di ruang terbuka," kata Burhanuddin.
Namun sejauh ini pihak Dinkes Riau belum mengetahui jumlah penderita ISPA akibat asap ini. Laporan tersebut katanya, akan dikumpulkan pada rapat koordinasi penanggulangan kabut asap ini Selasa, (19/2).
"Pada rapat tersebut kami akan mendata ulang persediaan masker pada setiap daerah. Bila kurang, rencananya kami minta kepada pusat untuk ditambah," jelasnya.
Pihak Diskes Riau juga sudah meminta kepada rumah sakit dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di daerah untuk siaga menangani penderita ISPA.
Sementara pantauan di lapangan, kebakaran lahan di Riau semakin meluas. Bila sebelumnya terdapat di Dumai, Pelalawan, Bengkalis, dan Siak menjadi daerah yang lahannya terbakar. Kini jumlah daerah tersebut bertambah menjadi lima karena lahan di Kabupaten Kampar juga mulai terbakar.
Kebakaran lahan di Kampar terjadi di pinggir Jalan Raya Pertapahan, Bangkinang, tepatnya 200 meter di depan Kantor Koramil Tapung. Tim gabungan dari TNI, Polri, dan tim satkorlak Kampar berusaha keras untuk memadamkan kobaran api di lahan yang diketahui milik PT Rama-rama Pramukti.
Sedangkan kebakaran hutan dan lahan yang melanda sekitar 1.500 hektare di Kelurahan Pelintung, dan Selinsing, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai sudah dapat dikendalikan.
"Kebakaran di lahan Pelintung sudah padam karena api kehabisan bahan bakar. Tapi, asap tetap mengepul dari daerah itu. Kini kami berusaha untuk memadamkan api di daerah pemukiman di Selinsing," kata Komandan Operasi BKSDA Dumai, Jusman.
Kebakaran lahan di Dumai juga sudah mengancam kawasan Hutan Wisata Sungai Dumai. Tiupan angin membawa kobaran api ke arah hutan wisata seluas 4.746 hektare yang lokasinya di sebelah timur Kota Dumai.
一昔前の全身脱毛は…。
8 tahun yang lalu
Tutorial komen in English dan Tutorial komen in Indonesia